Sabtu, 13 Desember 2014

Aturan Pembulatan Angka Penting

- Bila angka itu lebih besar daripada 5, maka angka yang dipertahankan harus dinaikkan 1.
Contoh : 34,46 dibulatkan menjadi 34,5
 
- Bila angka itu lebih kecil daripada 5, maka angka terakhir yang dipertahankan tidak berubah.
Contoh : 34,64 dibulatkan menjadi 34,6
 
- Bila angka itu tepat 5, maka angka terakhir yang dipertahankan harus dinaikkan 1 jika angka itu tadinya angka ganjil dan tidak berubah jika angka terakhir yang dipertahankan itu tadinya angka genap.
Contoh :
34,75 dibulatkan menjadi 34,8
34,65 dibulatkan menjadi 34,6

Angka Penting


Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran. Angka penting terdiri dari atas angka pasti dan angka taksiran (angka yang diragukan) sesuai dengan alat ukur yang digunakan.

Gambar 11. Pengukuran yang membutuhkan angka taksiran

Misalnya panjang benda yang diukur ditunjukan seperti gambar 13. Pada gambar tersebut, tampak bahwa ujung benda terletak diantara angka 11,44 cm dan 11,45 cm. Sehingga, kita akanmenyatakan bahwa panjang benda yang mendekati kebenaran adalah 15,45 cm. angka terakhir, yakni angka 6 adalah angka perkiraan (taksiran), karena angka ini tidak terbaca pada skala mistar.

Aturan angka penting
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh: 836,5 gr memiliki empat angka penting
2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting.
Contoh:  75,006  Kg memiliki lima angka penting
3. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu, maka angka nol setelah angka bukan nol termasuk angka penting.
Contoh: 0,0060 m memiliki dua angka penting
4. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu, maka angka nol sebelum angka bukan nol tidak termasuk angka penting.
Contoh: 0,006 m memiliki satu angka penting
5. Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan dan seterusnya yang memiliki angka nol harus ditulis dalam notasi ilmiah. Angka-angka pada notasi ilmiah merupakan angka penting.
Contoh: 8900 gr ditulis menjadi 8,9 x 103 gr memiliki dua angka penting
Aturan Pembulatan Angka
Ketika angka-angka ditiadakan sari suatu bilangan, nilai dari angka terakhir yang dipertahankan ditentukan dengan suatu proses yang disebut pembulatan bilangan. Aturan pembulatan bilangan tersebut, antara lain:
  • Angka-angka yang lebih kecil daripada 5 dibulatkan ke bawah
  • Angka-angka yang lebih besar daripada 5 dibulatkan ke atas
  • Angka 5 dibulatkan ke atas jika sebelum angka 5 adalah ganjil dan dibulatkan ke bawah jika angka sebelum angka 5 adalah angka genap.
Operasi-operasi dalam angka penting
1. Operasi penjumlahan dan pengurangan
Dalam melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan, maka hasilnya hanay boleh mengandung satu angka taksiran (angka terakhir dari suatu bilangan penting).
Contoh 1:
35,572                   2 angka taksiran
  2,2626 +            8 angka taksiran
37,8346                
4 dan 6 merupakan angka taksiran, sehingga hasil penjumlahan ditulis 37,835 disesuaikan dengan atuan pembulatan.
Contoh 2:
385,617                 7 angka taksiran
  13,2     -              2 angka taksiran
372,417                
4 dan 7 merupakan angka taksiran, sehingga hasil penjumlahan ditulis 372,42 disesuaikan dengan atuan pembulatan.
2. Operasi perkalian dan pembagian
Dalam operasi perkalian atau pembagian, maka hasilnya hanya boleh memiliki angka penting sebanyak bilangan yang jumlah angka pentingnya paling sedikit.
Contoh 1:
34,231                   mengandung lima angka penting
  0,250   x              mengandung tiga angka penting
8,557750
Penulisan hasil perkalian hanya boleh mengandung tiga angka penting, sehingga hasil perkalian 8,557750 ditulis 8,56 (tiga angka penting).
Contoh 2:
46,532                   mengandung lima angka penting
200      :                  mengandung satu angka penting
0,2326
Hasil pembahian hanya boleh mengandung satu angka penting, sehingga hasil perkalian 0,2326 ditulis 0,2.
Terimakasih Kunjungannya...

Kamis, 27 November 2014

HUKUM NEWTON II

HUKUM NEWTON II
Gaya tarikan,dorongan,dan kombiasi kedua nya
Suatu hari haby,daffa,dan
indra pergi untuk mengerjakan tugas praktek fisika dirumah haby namun ketika dijalan ada sebuah mobil mogok dan kami membantu untuk mendorong, ketika kami mendorong dengan Gaya sebesar 250N/orang untuk mendorong mobil tersebut dengan massa 250 kg dari belakang (Aksi) mobil bergerak kedepan (Reaksi)


 setelah beberapa saat kami mendorong akhirnya mobil nya hidup kembali dan kami pun melanjutkan perjalanannya.

  Akhirnya kami sampai dirumah haby dan kami langsung mengerjakan tugas nya. Ketika kami sedang mengerjakan tugas,kami melihat se orang yang sedang membawa sebuah gerobak dengan massa  70kg salah seorang menariknya dari depan dengan Gaya sebesar 100 N.



 Setelah kami mengerjakan seluruh tugasnya kami membantu seorang bapak-bapak yang sedang memotong pohon tua dipinggir jalan dengan massa sekitar 50kg kami menariknya dengan gaya sebesar 250 N (Aksi) dan pohon pun perlahan-lahan semakin kebawah dan akhirnya jatuh (Reaksi).



 Setelah semua nya selesai akhirnya kami kembali pulang kerumah untuk melanjutkan aktivitas nya masing-masing dirumah.

Kamis, 20 November 2014

HUKUM NEWTON I

Hukum Newton 1, Rumus, dan Contoh beserta gambarnya

hukum newton : Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan


Rumus:
  









 

nama lain dari newton : kelembaman atau inersia (malasan)

Contoh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

1.Selembar uang kertas diantara dua  buah botol pigur
2. Selembar kertas yg diletakkan diantara koin dan gelas
3.Tumpukan koin yg disentil
4.Gelas diatas selembar kertas, lalu kertas ditarik.

5.Batere ABC yg diletakkan diatas kertas lalu kertas ditarik

Sabtu, 08 November 2014

GERAK LURUS BERATURAN ( GLB )

Ciri-ciri:
1. Kecepatan tetap ( setiap detik menempuh jarak yang sama )
2. Percepatan nol ( 0 ) tidak ada pertambahan kecepatan tiap satuan detik
3. Lintasannya lurus

CONTOH GLB ( Gerak Lurus Beraturan ) :

1. Pada jalan tol yang lurus dalam selang waktu tertentu memiliki kecepatan tetap




2. Sesuatu di lempar pada ruang hampa maka akan bergerak dengan kecepatan tetap








3. Sepedah motor yang melaju semakin cepat di turunan
 



 4. Seseorang yang sedang berlari
 

5.air yang keluar dari keran



CONTOH GLBB ( Gerak Lurus Berubah Beraturan ) di percepat
1. Pesawat lepas landas
 
 
2. Bersepeda di jalan yang menurun

3. Meteor yang jatuh ke bumi


4.  Apel jatuh dari pohon
5. Kelapa yang jatuh dari pohonnya

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ( GLBB ) di perlambat :

Ciri-cirinya:
1. Kecepatan semakin kecil
2. Percepatan bernilai negatif
3. Jrak antar titik semakin dekat
4. Lintasannya lurus

CONTOH GLBB  ( Gerak Lurus Berubah Beraturan ) di perlambat :

1. Pesawat yang akan melakukan pendaratan

2. Bola di lempar ke atas, gambar II


3. Mobil yang mengerem mendadak


4. Seseorang mengayuh sepeda di tanjakan

5. Seseorang meloncat ke atas