Rabu, 20 Agustus 2014

SENI MUSIK



UNSUR-UNSUR SENI MUSIK

Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument.
Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.

1.TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
- Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.

- Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.

- Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.

Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga
mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil
duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.

Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-
rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.

Vibrato  adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi
gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.

Improvisasi  adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.

Intonasi  adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.

NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.

SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) :
FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.
AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.
CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.
DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.
STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :
Suara Wanita Dewasa ;
- Sopran (suara tinggi wanita)
- Messo Sopran (suara sedang wanita)
- Alto (suara rendah wanita)
Suara Pria Dewasa :
- Tenor (suara tinggi pria)
- Bariton (suara sedang pria)
- Bas (suara rendah pria)
Suara Anak-anak :
- Tinggi
- Rendah.

TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.
Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).
Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :
Bersifat riang gembira
Bersemangat
Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :
Kurang bersemangat.
Bersifat sedih
Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.
Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.
Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.

TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

JENIS-JENIS ALAT MUSIK :

Alat musik Melodis adalah alat musik yang bernada, tetapi tidak bisa membentuk
Accord, contoh : Biola, Recorder, Pianika, Harmonika, Saxophone, Tropet.
Alat musik Ritmis adalah alat musik yang berfungsi untuk menegaskan ketukan
dan biasanya tidak bernada. Contoh : Drum, gendang, tamborin, Castanyet, triangle, gong.
Alat musik Harmonis adalah alat musik yang mampu membuat melodi dan juga
mampu membentuk accord. Contoh : Gitar, Piano, Key Board, Acordeon.
ACORD adalah rangkaian 3 (tiga) buah nada atau lebih, bila dibunyikan secara serempak maka akan terdengar indah dan harmonis.

JENIS/GOLONGAN ALAT MUSIK :

\ A. Alat Musik Pukul , contoh : triangle, tamborin, kastenyet, ring bell, tambur,
genderang, belira, set drum, gendang, kolintang, angklung.
Alat Musik Tiup, contoh : Recorder, harmonica, pianika, terompet, saksofon.
Alat Musik petik, contoh : Gitar, ukulele, mandolin, harpa, sitar.

FUNGSI SENI TERBAGI MENJADI :

FUNSI INDIVIDUAL
Untuk memenuhi kebutuhan fisik
Untuk memenuhi kebutuhan Emosional

FUNGSI SOSIAL
Dalam bidang Agama
Dalam bidang Pendidikan
Dalam bidang Komunikasi
Dalam bidang Rekreasi

APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.

BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama :
2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.

JENIS-JENIS PADUAN SUARA :
Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.
Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
memiliki sifat kepemimpinan
memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
sebaiknya sehat jasmani dan rohani
simpatik
menguasai cara latihan yang efektif
memiliki daya imajinasi yang baik
memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :
1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin
4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut
6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin
9. mp : mezzo piano = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :
- Diminuendo (dim) : melembut
- Perdendosi : melembut sampai hilang
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang
- Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
- Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. A.TANDA TEMPO CEPAT :
1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG :
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT :
1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.

GAYA MUSIK
Gaya (style) musik adalah cara yang khas dalam penggunaan melodi, ritme, warna suara, dinamik, harmoni, tekstur, dan bentuk musik. Cara yang khas terhadap elemen-elemen ini dikombinasikan menghasilkan bunyi yang khas atau berbeda. Kita dapat menggolongkan gaya musik menurut komposer secara individu, kelompok komposer, negara atau bahkan menurut periode sejarah tertentu. Dalam sejarah musik, khususnya musik barat dikenal pengelompokkan gaya musik menurut periode-periode sebagai berikut :
A.      Musik Abad Pertengahan (450-1450)
Abad pertengahan ditandai dengan ‘masa gelap’ setelah hancurnya dinasti Roma. Tetapi akhir abad pertengahan merupakan periode bangkitnya kebudayaan yang ditandai dengan tumbuhnya gereja dan katedral, perkembangan kota dan didirikannya universitas.
Adanya dominasi katedral, menjadikan kehidupan musik abad pertengahan berpusat pada gereja. Kebanyakan musik abad pertengahan adalah vokal, meskipun beragam alat musik digunakan sebagai iringan. Barulah sejak sekitar tahun 1100, instrumen musik digunakan dengan meningkat di gereja. Beberapa jenis musik yang ada pada abad pertengahan yaitu :
1.      Nyanyian Gregorian
2.      Musik Sekuler Abad Pertengahan
3.      Musik Polifoni Organum
B.       Renaisance (1450-1600)
Masa Renaisance adalah masa kebangkitan kreatifitas manusia. Pada masa ini kekuatan gereja tidak kuat lagi, sejak adanya gerakan Reformasi Protestan yang dipimpin Martin Luther. Karakteristik musik Renaisance adalah adanya kedudukan musik lokal yang lebih penting daripada musik instrumental. Bentuk tekstur musik Renaisance adalah polifonik, dimana suatu karya koor terdiri atas empat, lima, enam bagian suara yang mempunyai melodi berdekatan. Musik Renaisance terbagi dua yaitu :
1.      Musik Saklar Renaisance
2.      Musik Sekuler Renaisance
Pada masa Renaisance terdapat sekolah seni yang membuat karya-karya yang berbeda dengan gaya Renaisance yaitu Sekolah Venesia. Karya-karya musiknya lebih cenderung menggunakan susunan homfoni daripada susunan polifoni. Sekolah Venesia merupakan awal munculnya gaya musik masa berikutnya yaitu Barok.
C.      Baroque atau Barok (1600-1750)
Karakteristik menonjol seni Barok adalah pengisian ruang (seperti kanvas atau bunyi) dengan gerak dan tindakan. Karya Barok pada masa awal cenderung bersifat homofoni, namun pada masa akhir cenderung pada komposisi polifoni.
Dalam menampilkan emosi yang ekstrem, komposer Barok menggunakan akord disonan dengan lebih bebas. Penekanan suara dilakukan dengan memadukan beberapa penyanyi tunggal yang diiringi koor atau instrumen. Pada masa Renaisance instrumen biasanya meniru melodi penyanyi utama, sedangkan pada masa Barok suara penyanyi diiringi oleh garis melodi yang disusun untuk instrumen. Karya-karya Barok biasanya didasarkan pada suatu ekspresi mood (suasana) dasar, yang akan mewarnai suasana karya musik dari awal sampai akhir.
D.      Clasic (1750-1820)
Variasi dan kekontrasan yang mencolok terhadap mood, musik Klasik menghadirkan perubahan-perubahan atau fluktuasi terhadap mood. Pada dasarnya musik Klasik mempunyai tekstur homofonik. Namun perlakuan terhadap terkstur tersebut bersifat fleksibel sebagaimana ritme. Sebuah karya dapat dimulai dengan tekstur homfonik berupa sebuah melodi dan iringan sederhana, tetapi kemudian berubah menjadi tekstur polifonik yang kompleks.
Melodi Klasik bersifat seimbang dan simetris, karena biasanya tersusun atas dua frase yang sama panjang. Karya Klasik mempunyai ekspresi dinamik yang luas dan bertahap yaitu crescendo dan decrescendo. Musik Klasik terdiri atas :
1.         Sonata Klasik
2.         Minuet dan Trio
3.         Rondo
4.         Simponi Klasik
5.         Conserto Klasik
6.         Musik Kamar
Tokoh-tokoh Musik Klasik adalah Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven.
E.       Romantic (1820-1900)
Masa Romantik merupakan masa dimana masyarakat memberikan perhatian pada perasaan, imajinasi dan individualisme. Karya Romantik umumnya menghadirkan suara-suara yang unik dan merefleksikan kepribadian komposernya. Pada masa ini dikembangkan Musik Program, yaitu musik instrumental yang dihubungkan dengan ceritam puisi, gagasan atau skenario.
Ciri lain musik Romantik adalah kecendrungan komposer pada suara yang kaya akan sensasional, menggunakan suara untuk memperoleh suasana yang beragam. Hal ini ditandai adanya peranan alat musik tiup yang memberikan warna suara yang beragam. Dalam upayanya menciptakan warna suara yang baru, komposer Romantik mengeksplorasi akor-akor dan cara-cara baru dalam menggunakan akor-akor baru dan akor-akor lama. Karya Romantik juga cenderung mempunyai ragam yang luas ke tangga nada lain.
Hal ini juga mencakup penggunaan dinamik nada yang bersifat mencolok, tidak cukup dengan ff (sangat keras) atau pp (sangat lembut), tetapi fff (sekeras-kerasnya) dan ppp (selembut-lembutnya). Salah satu bentuk yang berbeda pada masa Romantik adalah art song, yaitu komposisi untuk vokal tunggal dan piano. Dalam musik ini, suara vokal menginterpretasikan lagu bersama-sama dengan piano.
Tokoh-tokoh Musik Romantik adalah Franz Schumann, Frederic Chopin, Franz Liszt, Felix Mendelson, Hector Berlioz, Johannes Brahms dan Richard Wagner.
F.       MODERN
Pada masa abad 20, warna suara menjadi elemen musik yang lebih penting daripada sebelumnya. Musik modern sering menggunakan suara perkusi dan suara yang berkesan gaduh, dan nada-nada dimainkan pada rentang yang sangat tinggi atau rendah. Teknik-teknik yang tidak lazim menjadi biasa.
Musik abad 20 juga memunculkan perubahan yang mendasar pada penggunaan akor. Pembagian akor dalam tipe konsonan dan disonan diabaikan, penggabungan nada yang  semula memberikan kesan ketidakstabilan atau disonan, kini dapat diperlakukan sebagai akor yang stabil. Akan tetapi penggunaan akor disonan yang lebih intensif ini tidak menghalangi komposer dalam membedakan akor-akor yang mempunyai tekanan berat dan ringan. Pada masa ini mulai digunakan struktur akor baru, yang merupakan perluasan akor triad do-mi-sol.
Ciri lain musik abad 20 adalah adanya pergantian birama secara tepat dan sering memainkan lebih dari satu birama secara bersamaan pada alat musik yang berbeda. Dalam komposisi abad 20 beat dikelompokkan secara tidak merata dan beberapa beat yang bertekanan muncul dalam waktu yang tidak sama. Beberapa gaya musik yang berbeda pada masa abad 20 yaitu :
1.      Impresionalisme, tokohnya ialah Claude Debussy (1862-1918).
2.      Neo-clasic, tokohnya ialah Igor Stavinsky dan Paul Hindemith (1895-1963).
3.      Ekspresionisme.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar